Tujuan Amdal. Banyaknya pembangunan di berbagai wilayah pada suatu negara sudah tak bisa dihindari lagi karena demi kemajuan dan perkembangan untuk wilayah itu sendiri. Pembangunan yang dilakukan biasanya berupa beberapa sektor, seperti industri, pabrik, dan lain-lain. Dalam melakukan pembangunan sangat dibutuhkan suatu pemahaman tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal ini perlu dilakukan karena AMDAL dapat mencegah kerusakan lingkungan terjadi.
Pengertian AMDAL
AMDAL adalah analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang penting untuk dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup, Proses ini mencakup analisis menyeluruh terhadap aspek fisik, biologis, sosial, ekonomi, dan budaya yang mungkin terpengaruh. Amdal bermanfaat untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan agar layak secara lingkungan.
Dengan Amdal, suatu rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, dan mengembangkan dampak positif, sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
AMDAL diwajibkan oleh Undang-undang di banyak negara, termasuk di Indonesia. Menurut UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan bahwa setiap usaha dan kegiatan yang memiliki potensi dampak serius terhadap lingkungan harus melakukan AMDAL.
Selain itu, AMDAL juga penting karena memberikan gambaran yang jelas tentang dampak yang mungkin terjadi, memungkinkan perusahaan untuk merencanakan tindakan pencegahan dan mitigasi dampak sebelum proyek dimulai.
Tujuan AMDAL
Memberikan Masukan Tentang Perencanaan Suatu Kegiatan Usaha atau Pembangunan
Tujuan pertama dari AMDAL adalah bisa memberikan saran agar pembangunan atau kegiatan usaha yang dilakukan tidak mencemari dan merusak lingkungan hidup. Hal ini dikarenakan dibuatnya AMDAL membuat kita tahu hal-hal yang perlu dilakukan agar pembangunan tidak mencemari dan merusak lingkungan hidup, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan semestinya.
Memberikan Informasi Kepada Masyarakat Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Tujuan kedua dari adanya AMDAL adalah masyarakat menjadi informasi tentang pengelolaan lingkungan hidup ketika sebuah proyek pembangunan berlangsung. Tujuan ini amat sangat berguna bagi masyarakat dan mereka yang melakukan proyek pembangunan karena sama-sama diuntungkan. Masyarakat dapat merasakan manfaat dari suatu pembangunan dan mereka (pemilik modal dan pemilik proyek pembangunan) dapat membangun dengan tenang.
Memberikan Izin Usaha Atau Kegiatan
Tujuan AMDAL yang ketiga adalah pemerintah dapat memberikan izin usaha atau kegiatan. Sebuah izin untuk membangun usaha atau melakukan suatu kegiatan harus dimiliki oleh para pelaksana. AMDAL menjadi salah satu syarat untuk membuat suatu usaha atau kegiatan. Hal ini dikarenakan AMDAL dapat memberitahukan informasi tentang lingkungan hidup kepada pemerintah.
Menjadi Acuan Perencanaan Pembangunan Wilayah
Tujuan AMDAL yang keempat adalah menjadi acuan dalam membuat perencanaan pembangunan di suatu wilayah. Suatu pembangunan akan terlaksana dengan baik dan optimal jika dibuat suatu perencanaan yang matang. Salah satu rencana yang perlu diperhatikan ketika menyelenggarakan suatu pembangunan adalah membuat AMDAL.
Untuk Dijadikan Sebuah Dokumentasi Legal dan Ilmia
Tujuan AMDAL yang kelima adalah sebagai bentuk dokumentasi legal dan ilmiah. Pada tujuan ini, pemerintah dan pemilik proyek akan memiliki sebuah bukti yang legal, sehingga pelaksanaan pembangunan tidak akan terhambat. Selain itu, AMDAL juga bisa dijadikan sebagai suatu bukti ilmiah bahwa lingkungan hidup di sekitar pembangunan tidak akan rusak.
Jenis – Jenis AMDAL
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, AMDAL dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
AMDAL Tipe I
merupakan AMDAL yang diperlukan untuk usaha dan/atau kegiatan yang diperkirakan berdampak penting terhadap lingkungan hidup. AMDAL tipe I wajib dilakukan untuk usaha dan/atau kegiatan yang memiliki skala besar dan kompleks, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
AMDAL Tipe II
merupakan AMDAL yang diperlukan untuk usaha dan/atau kegiatan yang diperkirakan berdampak penting terhadap lingkungan hidup, tetapi dampak penting tersebut tidak signifikan. AMDAL tipe II wajib dilakukan untuk usaha dan/atau kegiatan yang memiliki skala menengah, seperti pembangunan rumah sakit, pembangunan hotel, dan pembangunan pabrik.
AMDAL adalah alat yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.



No responses yet